Selamat Hari Idul Fitri 1430 H

Atas Nama pribadi dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Idul Fitri 1430, semoga Puasa kita diterima oleh Allah SWT, Amien…..

Jangan Lupa untuk selalu belajar…..

Hanung N. Prasetyo Sekeluarga

Jangan Dibaca….!

global_warming_panicwacana ini saya dapat saat browsing ke almamater, tapi mohon jangan dibaca(lho kok), soalnya masih perlu kajian lebih lanjut dan perlu ada share dengan yang lain…..?.Ingat jangan “ditelan” mentah-mentah! memang nggak ada kaitan langsung dengan matematika tapi bisa untuk kajian logika, what do you think?

Global Warming Hoax dan Kiamat 2012

Sebelum kita selami tulisan ini, mari baca beberapa fakta berikut:

1. Kita (manusia) bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.

2. 17.000 orang ilmuwan telah menandatangani sebuah petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukan penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya aktivitas vulkanik dan tektonik.

3. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore yang mengulas soal hubungan antara kadar CO2 dengan pemanasan global adalah film yang menyesatkan. Satu-satunya informasi yang benar dalam film tersebut hanya bahwa peningkatan temperatur air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

4. Peningkatan aktivitas vulkanik dan tektonik telah memicu banyak terjadinya bencana alam di dunia. Tercatat bahwa sejak medio 1970-an, jumlah bencana alam yang terjadi di planet ini meningkat sebesar 410 %.

5. Pemanasan global di bumi dapat dijustifikasi dengan menyalahkan manusia sebagai penyebab peningkatan emisi CO2, tapi bagaimana dengan pemenasan di matahari? Perlu diketahui pula bahwa suhu matahari pun ternyata telah meningkat dalam kurun 50 tahun terakhir. Jelas bahwa pemanasan suhu matahari tak ada kaitannya dengan emisi CO2 di bumi.

Dari fakta-fakta tersebut, jelaslah bahwa kita bisa menarik beberapa kesimpulan:

1. Pemanasan global tidak terkait dengan ulah manusia merusak alam, namun terkait dengan peningkatan suhu air laut.

2. Suhu air laut meningkat akibat peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik.

3. Peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik juga memicu banyak terjadinya bencana alam semacam letusan gunung berapi dan gempa juga gelombang tsunami.

4. Dengan demikian, berdasarkan simpulan 1-3 di atas, maka dapat diringkas bahwa semua fenomena ini berhubungan dengan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik.

Nah dari berbagai simpulan tersebut, hasilnya ialah sebuah pertanyaan:

Apa yang menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik?

99% dari semesta kita ini dibangun dari konsentrasi plasma yang tersusun hingga ke level atom. Sebuah planet, seperti Bumi, merupakan konsentrasi plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Demikian pula benda langit lainnya, semua merupakan konsentrasi plasma dalam tingkat kepadatan tertentu. Ketika suhu di planet ini, dan juga matahari, berubah secara drastis, ini berarti bahwa ada perubahan konsentrasi elektris pada energi plasma di tata surya kita.

Perlu diketahui, perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Misalnya, atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Satu-satunya penjelasan ilmiah yang masuk akan ialah bahwa konstelasi dan konsentrasi plasma ini bisa terganggu karena adanya sebuah benda dengan kepadatan plasma besar yang berada di dekat tata surya kita. Nah, benda apakah itu?

Pada tahun 1970-an, seorang arkeolog bernama Zecharia Sitchin menerbitkan sebuah buku terjemahan dari sebuah manuskrip Sumeria kuno. Buku itumengulas masalah konstelasi planet-planet dalam tata surya. Syahdan, di tata surya ini sebenarnya ada 12 buah planet (bukan 8 planet seperti yang kita kenal selama ini) namun mengapa kita hanya bisa mengamati 8 planet? Ini tak lain karena ada planet-planet dalak tata surya yang jalur lintasannya sangat panjang dalam bentuk eliptik-vertikal. Manuskrip Sumeria tersebut kemudian menyebut sebuah planet bernama Nibiru. Dalam perhitungan bangsa Sumeria kuno, kala revolusi Nibiru berada pada kisaran 3600 tahun bumi. Berarti, setiap satu kali dalam 3600 tahun, Nibiru bergerak mendekati objek lintasan eliptik bumi.

Manuskrip yang diterjemahkan Sitchin menyebut bahwa kedatangan planet tersebut selalu menjadi awal dari kehancuran bumi. Dalam bahasa ilmiah, bisa disimpulkan bahwa karena konsentrasi kepadatan plasmanya itu, Nibiru memengaruhi aktivitas vulkanik dan tektonik bumi seperti yang sedang kita rasakan saat ini. Semua fenomena macam ini pernah terjadi di masa lalu sebagai akibat dari masuknya Nibiru ke dalam jalur lintasan revolusi bumi. Dan segala fenomena ini selalu berujun pada masuknya bumi kepada zaman es.

Selama ini, berdasarkan pelajaran-pelajaran di sekolah, kita selalu meyakini bahwa zaman es di bumi ini hanya terjadi satu kali. Yakni pada masa pasca punahnya dinosaurus. Pada kenyataannya, zaman es ini pernah terjadi berkali-kali di bumi. Dan setiap zaman es, selalu didahului oleh feomena macam ini.

Pada pengkajian-pengkajian awal tentang kosmologi-astronomi, diketahui bahwa Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan karenanya seluruh manusia yang hidup di bumi pun berkulit gelap akibat kadar melanin yang tinggi. Karena itu, ada hipotesis bahwa manusia pertama, alias Adam, ialah seorang berkulit hitam, seperti bangsa-bangsa negroid di zaman sekarang.

Ketika itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, atmosfir, dan jarak dengan matahari adalah Mars. Namun kemudian Jupiter berubah haluan dari luar tata surya dan masuk ke lintasan orbit matahari. Akibatnya, jarak bumi menjauh dari matahari. Peristiwa ini yang kemudian ditengarai memengaruhi banyak hal, seperti warna kulit manusia ras tertentu, lama hari, serta pergeseran kutub bumi yang menyebabkan es mencair. Diperkirakan bahwa fenomena itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar dalam kisah Nabi Nuh as.

Pada tahun 2001, beberapa astronom amatir dan obsevatorium non-pemerintah sempat berhasil melihat sebuah benda langit semacam planet yang pergerakannya mendekati orbit bumi. Para astronom amatir tersebut kemudian menamakannya ‘Planet X’

Namun lembaga-lembaga astronomi terkemuka semacam NASA kemudian membantah hal tersebut dan menyatakannya sebagai Hoax atau bualan semata. Akan tetapi sejak saat itu, banyak observatorium yang tiba-tiba saja tertutup untuk umum. Ada pula yang tetap buka, namun para petugasnya tak mau mengarahkan teleskop ke konstelasi bintang Orion. Berbagai alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai fakta mencengangkan ini. Fakta tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Demikian pula beberapa obsevatorium terkemuka di banyak negara lainnya. Lalu tiba-tiba, ada banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” atau rumah dengan konstruksi khusus, yang tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. Ada apa ini sebenarnya?

Banyak yang meyakini bahwa Planet X dan Nibiru merujuk kepada benda langit yang sama, yang sekarang ini sedang bergerak mendekati lintasan orbit bumi. Menurut Sitchin, berdasarkan perhitungan dari manuskrip Sumeria kuno yang diterjemahkannya, Planet Nibiru ini akan berada dalam posisi yang sangat dekat sekali dengan bumi pada 21 Desember 2012.

Kita perlu memahami sejak saat ini bahwa Nibiru atau Planet X ini memang niscaya ada. Ya, benda ini benar-benar ada dan memang sedang bergerak mendekati bumi berdasarkan aneka fenomena alam yang terasa makin aneh ini. Pertanyaan saya sekarang ialah:

1. Karena Nibiru atau Planet X ini sedang bergerak mendekati bumi, akankah Nibiru atau Planet X ini bertabrakan dengan bumi?

2. Benarkah perhitungan Sitchin bahwa peristiwa tersebut akan terjadi pada 21 Desember 2012.

3. Bilamana Nibiru atau Planet X hanya lewat di sekitar orbit bumi, tidak bertabrakan, dampak apakah yang akan terjadi kepada bumi dan segala isinya? Akankah kita kembali ke zaman es?

4. (Poin ini yang paling membuat saya sedih) bilamana kita kembali ke zaman es, para ilmuwan Rusia yang dipimpin Dr. Andrei Shukshin memperkirakan bahwa 2/3 penduduk bumi akan punah –meninggal secara massal. Akan seperti apakah kehidupan manusia nantinya?

Ketika saya sedang merenungkan berbagai penrnyataan tersebut, saya lalu teringat kepada hadits nabi tentang Al Saah alias kiamat. Rasulullah Saw menyebut-nyebut bahwa perang besar antara umat Islam dengan Yahudi akan terjadi sebelum kiamat. Beberapa hadits Rasulullah Saw menyebut bahwa perang itu akan terjadi dengan menggunakan pedang, panah, dan berkuda –layaknya perang zaman dulu. Jadi mungkin setelah zaman es akibat lintasan orbit Planet X itu, kita akan kembali ke zaman perundagian, zaman batu, dan zaman logam, sehingga nubuat Rasulullah Saw tentang peperangan besar Islam Vs. Yahudi itu terpenuhi. Wallaahu‘alam.

Takenfrom: http://mahardhikazifana.com/science-technology-sains-teknologi/global-warming-hoax-dan-kiamat-2012.html

Why do we Study Calculus?

What Is Calculus and
Why do we Study it?

Calculus
is the study of how things change. It provides a framework for modeling systems
in which there is change, and a way to deduce the predictions of such models.

I have been around for a while, and know how things
change, more or less. What can calculus add to that?

I
am sure you know lots about how things change. And you have a qualitative
notion of calculus. For example the concept of speed of motion is a notion
straight from calculus, though it surely existed long before calculus did and
you know lots about it.

So what does calculus add for me?

It
provides a way for us to construct relatively simple quantitative models of
change, and to deduce their consequences.

To what end?

With
this you get the ability to find the effects of changing conditions on the
system being investigated. By studying these, you can learn how to control the
system to do make it do what you want it to do. Calculus, by giving engineers
and you the ability to model and control systems gives them (and potentially
you) extraordinary power over the material world.

The
development of calculus and its applications to physics and engineering is
probably the most significant factor in the development of modern science
beyond where it was in the days of Archimedes. And this was responsible for the
industrial revolution and everything that has followed from it including almost
all the major advances of the last few centuries.

Are you trying to claim that I will know enough about
calculus to model systems and deduce enough to control them?

If
you had asked me this question ten years ago I would have said no. Now it is
within the realm of possibility, for some non-trivial systems, with your use of
your laptop or desk computer.

OK, but how does calculus models change? What is calculus
like?

The
fundamental idea of calculus is to study change by studying
“instantaneous” change, by which we mean changes over tiny intervals
of time.

And what good is that?

It
turns out that such changes tend to be lots simpler than changes over finite
intervals of time. This means they are lots easier to model. In fact calculus
was invented by Newton, who discovered that acceleration, which means change of
speed of objects could be modeled by his relatively simple laws of motion.

And so?

This
leaves us with the problem of deducing information about the motion of objects
from information about their speed or acceleration. And the details of calculus
involve the interrelations between the concepts exemplified by speed and acceleration
and that represented by position.

So what does one study in learning about calculus?

To
begin with you have to have a framework for describing such notions as position
speed and acceleration.

Single
variable calculus, which is what we begin with, can deal with motion of an
object along a fixed path. The more general problem, when motion can take place
on a surface, or in space, can be handled by multivariable calculus. We study
this latter subject by finding clever tricks for using the one dimensional
ideas and methods to handle the more general problems. So single variable
calculus is the key to the general problem as well.

When
we deal with an object moving along a path, its position varies with time we
can describe its position at any time by a single number, which can be the
distance in some units from some fixed point on that path, called the
“origin” of our coordinate system. (We add a sign to this distance,
which will be negative if the object is behind the origin.)

The
motion of the object is then characterized by the set of its numerical
positions at relevant points in time.

The
set of positions and times that we use to describe motion is what we call a function. And similar
functions are used to describe the quantities of interest in all the systems to
which calculus is applied.

The
course here starts with a review of numbers and functions and their properties.
You are undoubtedly familiar with much of this, so we have attempted to add
unfamiliar material to keep your attention while looking at it.

I will get bogged down if I read about such stuff. Must
I?

I
would love to have you look at it, since I wrote it, but if you prefer not to,
you could undoubtedly get by skipping it, and referring back to it when or if
you need to do so. However you will miss the new information, and doing so
could blight you forever. (Though I doubt it.)

And what comes after numbers and functions?

A
typical course in calculus covers the following topics:

1.
How to find the instantaneous change (called the “derivative”) of
various functions. (The process of doing so is called “differentiation”.)

2.
How to use derivatives to solve various kinds of problems.

3.
How to go back from the derivative of a function to the function itself. (This
process is called “integration”.)

4.
Study of detailed methods for integrating functions of certain kinds.

5.
How to use integration to solve various geometric problems, such as
computations of areas and volumes of certain regions.

There
are a few other standard topics in such a course. These include description of
functions in terms of power series, and the study of when an infinite series
“converges” to a number.

So where does this empower me to do what?

It
doesn’t really do so. The problem is that such courses were first designed
centuries ago, and they were aimed not at empowerment (at that time utterly
impossible) but at familiarizing their audience with ideas and concepts and
notations which allow understanding of more advanced work. Mathematicians and
scientists and engineers use concepts of calculus in all sorts of contexts and
use jargon and notations that, without your learning about calculus, would be
completely inscrutable to you. The study of calculus is normally aimed at
giving you the “mathematical sophistication” to relate to such more
advanced work.

So why this nonsense about empowerment?

This
course will try to be different and to aim at empowerment as well as the other
usual goals. It may not succeed, but at least will try.

And how will it try to perform this wonder?

Traditional
calculus courses emphasize algebraic methods for performing differentiating and
integrating. We will describe such methods, but also show how you can perform
differentiation and integration (and also solution of ordinary differential
equations) on a computer spreadsheet with a tolerable amount of effort. We will
also supply applets which do the same automatically with even less effort. With
these applets, or a spreadsheet, you can apply the tools of calculus with
greater ease and flexibility than has been possible before. (There are more
advanced programs that are often available, such as MAPLE and Mathematica,
which allow you to do much more with similar ease.) With them you can deduce the
consequences of models of various kinds in a wide variety of contexts.

Also,
we will put much greater emphasis on modeling systems. With ideas on modeling
and methods for solving the differential equations they lead to, you can
achieve the empowerment we have claimed.

And I will be able to use this to some worthwhile end?

Okay,
probably not. But you might. And also you might be provoked to learn more about
the systems you want to study or about mathematics, to improve your chances to
do so. Also you might be able to understand the probable consequences of models
a little better than you do now.

Well, what is in the introductory chapter on numbers?

We
start with the natural numbers (1,2,3,…,) and note how the operations of
subtraction, division and taking the square root lead us to extending our
number system to include negative numbers, fractions (called rational numbers)
and complex numbers. We also describe decimal expansions and examine the notion
of countability.

And in the chapter about functions?

We
start with an abstract definition of a function (as a set of argument-value
pairs) and then describe the standard functions. These are those obtained by
starting with the identity function (value=argument) and the exponential
function, and using various operations on them.

Operations, what operations?

These
are addition, subtraction, multiplication, division, substitution and
inversion.

But what is the exponential function, and what are
substitution and inversion?

Here
are one sentence answers: if you want to know more read the chapter!

The
exponential function is mysteriously defined using calculus: it is the function
that is its own derivative, defined to have the value 1 at argument 0. It turns
out, however, to be something you have seen before. And it turns out to bear a
close relation to the sine function of trigonometry.

Substitution
of one function f into another g produces a new function, the function defined
to have, at argument x, the value of f at an argument which is the value of g
at argument x. This is simpler than it sounds.

An
inverse of a function is a function obtained by switching its values with its
arguments. For example the square function, usually written as x2
has the square root function as an inverse.

And …?

In
the immortal words of Father William to his nephew, as penned by Lewis Carroll,
who was a mathematician:

I
have answered three questions and that is enough,

Said
the sage, don’t give yourself airs.

Do
you think I can listen all day to such stuff?

Be
off or I’ll kick you downstairs!

Take
from http://math.mit.edu

Hari Kemenangan telah Tiba

Hari Kemenangan telah tiba, saatnya kita mulai hidup yang telah suci..

Hanung N. Prasetyo beserta keluarga mengucapkan

Selamat Hari Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT

Amin

MInal aidzin walfadzin Mohon Maaf Lahir dan Batin

How to Study Mathematics


INTRODUCTION

Why aren’t you getting better grades in mathematics? Do you feel that you have put in all the time on it that can be expected of you and that you are still not getting results? Or are you just lazy? If you are lazy, this material is not intended for you. But if you have been trying and your grades still don’t show your ability, or if you have been getting good grades but still feel that the mathematics does not mean very much to you, it is very likely that you do not know how to study effectively. This material aims to help you to study mathematics effectively.

Some of you, may feel that you have successful study methods of your own different from the ones described here. In that case, you need not feel you must change your methods, although you might profit from comparing your methods with these. On the other hand, some of you may feel that the suggestions on the following pages are over-ambitious – that they would require more time and effort than you are prepared to give. You will probably be right. We cannot expect to do everything to perfection, but we can do the best we are able. Out of the suggestions offered, you can pick the ones that may help you most, and as you find your work improving, you may be able to try further suggestions. So scoff if you wish at these ambitious suggestions, but then give some of them a try, a fair try, and watch the results.

HOMEWORK

There is a common misconception that homework is primarily something to eventually hand in to the teacher. Actually, the homework is first and foremost a means of learning fundamental ideas and processes in mathematics, and of developing habits of neatness and accuracy. What is passed in to the teacher is only a by-product of that learning process. The following four-step routine is a suggestion for making your homestudy effective:

1. Get oriented. Take a few minutes to think back, look over your notes, and look over the book to see clearly what ideas you have been working on.

2. Line up the ideas. Think about the ideas, laws, and methods in the day’s assignment or lesson. Don’t forget to familiarize yourself with any new words in your mathematics vocabulary. Try to remind yourself of any warnings about errors to avoid that the teacher might have mentioned. Go through any examples given to be sure you really understand the concepts being illustrated.

3. Do the assignment. Think about the ideas the exercises are illustrating. You should be increasing your understanding as well as getting the answers. The following pointers will help you do a better job:

  1. Get the assignment accurately off the blackboard. Have a definite place in your notebook where you write down the assignment or lesson. If you do not understand the assignment, don’t hesitate to ask.
  2. Follow the directions.
  3. Work neatly and accurately.
  4. Show your complete work, not just the answer. This will help you and your teacher when you are checking through for errors.
  5. Always check back to be sure you have done all simple arithmetic correctly.
  6. Do the work promptly before you have forgotten all the instructions.
  7. If you get stuck, don’t just give up! Look back at the book and your notes for ideas related to the problem. If your work on a problem seems to be completely confused, it sometimes helps to discard your paper entirely and start afresh. If you still can’t clear your thinking, ask the teacher about the problems as soon as possible.

4. Help someone else, if you can. There is no better way to learn a topic than by trying to teach it! Also, it is often helpful to call upon a classmate when you do not understand a problem. Often, they are able to explain the concept to you as well (if not better than) the teacher.

HOW TO MAKE YOUR ERRORS HELP YOU LEARN

What do you do when an answer is wrong in your homework, or on a test? Do you throw it away and forget it-and then make the same mistake the next time? If you are wise, you will make those errors teach you something. Here’s what you can do:

1. Analyze the error to see if you can find what you did wrong.

2. If it is a careless error and you really knew how to do the work correctly, make a note of it, and if you find that you keep making careless errors frequently, start working more carefully.

3. If you can’t find where your error is, ask the teacher or a classmate to help you.

4. Keep a page in your notebook entitled, “Warning: Errors to Avoid.” On the same page write a description of the corrected way to do that kind of exercise, being sure to emphasize the important idea behind it.

CLASSWORK: HOW TO MAKE THE MOST OF YOUR TIME IN CLASS

1. Get ready. In the minute of two before the class gets started, think over what you have been working on recently.

2. Have all necessary equipment: book, pencils or pens, notebook, homework assignment.

3. Take down the assignment promptly and accurately.

4. Concentrate. This takes an effort if you are the kind whose mind tends to wander.

5. Ask questions when you do not understand.

6. Listen to the questions and answers of others in the class. When another pupil is answering a question, think how you would answer the question.

7. Take part in the class discussion.

8. Do not write at the wrong time. When you are taking notes, be sure you do not miss anything that is said while you are doing so. When taking notes, there are two conflicting things you must try to do. One is to make your notes complete and accurate enough to be valuable to you later. The other is to make your notes brief enough so that you can continue to listen to what is being said in class.

HOW TO USE THE TEXTBOOK

1. Use the index and glossary at the back of the book, especially when you have forgotten the meaning of a word.

2. When your book gives an example to illustrate an idea, analyze the example carefully for the ideas behind it instead of just trying to make your exercises look like the example.

3. If you can’t do an excercise, reread the explanatory material in the book and/or go over your class notes.

4. Make the most of the study helps at the end of each chapter.

HOW TO REVIEW FOR TESTS

1. Start reviewing far enough in advance so you have time to do a careful unhurried job, and still are able to go to bed early the night before the exam.

2. Be sure to go through your notes and the examples that are there. If they don’t make sense to you, you haven’t taken enough notes!

3. If there are some formulas for which you are responsible, make a list of them and then practice saying them, or writing them.

4. Use the review materials at the end of each chapter. If you are having trouble on a problem, go back to that section in the book and rework some problems there.

5. If you were the teacher, what questions would you ask on the test? Prepare yourself for those questions.

6. Since it is said that “practice makes perfect”, one of the better ways of studying for a test is to do some problems that were previously assigned to you. go over your homework to be sure you understand the procedure you used in each section.

7. Get a good night’s rest the night before the exam!

8. DON’T WORRY!

HOW TO TAKE TESTS

1. When you take a test, have the right attitude – take pride in doing the best job you can. Don’t try to “get by” with doing as little as possible. Have confidence in your own ability.

2. Be serious and concerned enough about the test to do your best, but don’t worry to the point of anxiety. Fear alone can make a person do poorly on a test, regardless of his ability and knowledge.

3. Have all necessary equipment.

4. FOLLOW DIRECTIONS. Read carefully and listen carefully for any special instructions, such as where answers are to be written, any changes or corrections, etc.

5. Look over the whole test quickly at the start and, unless you are required to do the questions in the order given, do the ones you are sure of first.

6. If you are unable to answer a question, leave it and go on to another, coming back to the hard one later. Often, with a fresh start, you will suddenly see much better what to do.

7. Be careful to show clearly what you are doing. Remember that the teacher is not a mind-reader, and your grade may depend on whether or not the teacher can see from your work that you understand what you are doing.

8. Work neatly. It makes a good impression on the teacher!

9. Check back as you go along for accuracy. Careless errors can make a great deal of difference in your score.

10. With the right attitude and careful preparation for a test you probably will do well on the exam.

11. Remember: The one or two hours of the test are but brief moments in your life span so DON’T PANIC!

take from http://www.math.ohio-state.edu

Mathematics, is it scream science?

mathematics, word which to most human being in the face of earth(so do not only in just indonesia) tend to scream…(What do you think?). in fact we cannot blame any person who have perception that way. for me it is only problem ‘to know is to love’. There are some matter which possible generate perception that way :

1.

  1. any study pattern gone to school which have wrong since early
  2. pattern instruction of stiff mathematics, static and tend to autoritaryly. ( though progressively deepen mathematics items exactly progressively show that mathematics is dynamic science
  3. breaking the understanding of between physical science with social science (all is same science, just try to you is master Which have to continue to learn till S3(P.Hd), guaranteed by understanding will progressively trapeze )
  4. your own possible have view which always negativity ( thinking negative) to mathematics so that any of given mathematics items, you always feel ‘ cornyly’.
  5. and still many again which is the paradigm support so that thinking negative to mathematics so grow on.

many student avoiding Iesson of mathematics with reason of there no its relation with life (possible its teacher is gone to school which cannot explain better mathematics benefit to life? knows who?). as a result at the time of continuing education of him to college avoid majors / study program which is ‘ there no its mathematics’. there is a story, a child have been ascertained to graduate from Senior High School on an equal and the child wish to continue its study of high College but do not want to be ‘ existing of its mathematics’. Finally, the child chosen music majors but stress because in the reality mathematics logic need at the time of comprehending song note. later; then the child move majors and chosen information system majors, technique of informatics, computer science on the chance of do not meet mathematics but the child do not realize that study programs of him begin with mathematics ( stress it to be) and later; then move majors chosen economic majors which all its contents is exclusive ‘ estimation’ contributed by is economic mathematics theory kinds of ekonometrika, research into operational of etcetera so that the child add progressively depression. the child finally chosen history majors on the chance of there no its mathematics, moment follow its Iesson in the reality way of thinking of explore history of use of logic and ability of statistika ( so !!@#$@). finally the mentioned student shall no longger continue its study to college
and just work anyway idea needn’t mathematics, moment accepted to work, systematic way of working and use natural existence yield the direct child return home and do not want to work again. Possible story above too is dramatized, because, we knows that life is dynamic. but here I am only wishing to shar that mathematics is our life, from now on throw away far view of negative to mathematics. try positive to be more, difficult to even so comprehend mathematics non meaning have to be mathematics is enemy?. If its not wrong in norwegia there is college including mathematics majors to Ianguage faculty, so cool isn’t?

matematikakah kunci sukses jebol pilihan pertama SPMB/SNMPTN?

tul sekalee…, matematika memang kunci membuka peluang lolos pilihan pertama, tetapi bukan satu-satunya alias masih ada yang lain yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris. yah jadinya bohong donk! gak boong neh emang bener. sebenarnya kunci utama yang paling penting untuk lolos pilihan pertama atau minimalnya nama kita nongol dikoran adalah yah belajar….(jangan bt donk??!!?) maksud saya adalah mengenali fondasi kita alias kemampuan dasar dalam memahami bahan-bahan yang akan diujikan dalam SNMPTN/SPMB. sebagai pengantar, saya bagi tiga kelompok golongan siswa yang lulus SNMPTN:

1. Golongan berbakat

golongan ini memang sudah dari sononya pinter dan mumpuni, gak usah ikut bimbel atau konseling apapun memang dasarnya punya aura lulus ujian apapun, jadi dijamin cesplenk lulus SNMPTN/SPMB

2. Golongan rata-rata air

golongan ini dihuni siswa yang kemampuan dasarnya biasa-biasa aja, alias punya kemampuan pas-pasan, mayoritas penghuni golongan ini memiliki ‘nafsu kuda tenaga ayam’.

3. Golongan si untunk

saya sebut golongan ini si untunk karena inget sama sepupunya donald bebek yang bawaanya selalu untung alias selalu dalam lindungan dewi fortuna.

*****************************************************************************************

dari tiga golongan di atas, golongan pertama tidak akan saya bicarakan karena tidak perlu penjelasan lebih lanjut.

yang menarik adalah golongan rata-rata air dan si untunk, hampir kebanyakan siswa berkumpul di golongan ini mulai dari yang sedikit bodoh(pada prinsipnya tidak ada yang bodoh di dunia), cukupan, sampai pinter gak bodoh gak. kenapa saya katakan mayoritas memiliki ‘nafsu kuda tenaga ayam’ karena kebanyakan tidak memahami kemampuan dirinya serta jurusan yang dipilih. contoh, dengan kemampuan pas-pasan memilih teknik baik pilihan 1 atau 2 di ITB, UI (ini kelompok nafsu kuda tadi, mudah-mudahan masih dalam lindungan dewi fortuna tadi sehingga masih lulus tetapi peluangnya dominan gagal).

kenalilah diri anda

anda harus mengenal diri anda dengan baik, ukurlah kemampuan diri anda dengan mengukur grade anda (biasanya bimbingan belajar suka memamerkan grade lulus masuk perguruan tinggi pada setiap program studinya; itu bisa dipakai) kalau anda sudah berulang kali mencoba tetapi sulit memperoleh grade yang diiinginkan, berarti anda harus punya strategi jitu. tips dari saya :

1. Tetap mengulang dan membaca berbagai teori pelajaran yang telah dipelajari.

2. gunakan strategi ‘up your grade’ caranya :

misalkan anda akan memilih pilihan pertama Matematika ITB dengan grade 45%

arti grade 45 % yaitu total jumlah nilai ujian SNMPTN X 45 %

jumlah total nilai SNMPTN/SPMB adalah 4( kalau benar diberi nilai 4) X 150 soal (hari pertama dan hari kedua masing-masing 75 soal) = 600 sehingga

600 X 45 % = 270 dengan demikian 270 dibagi 4 (karena kalau benar diberi nilai 4) hasilnya 67,5 dibulatkan 68 soal. artinya apa? artinya siswa yang memiliki grade 45 % adalah siswa yang mampu mengerjakan benar 68 soal dari 150 soal(jadi bebannya ringankan?) tetapi tetapi tidak ada soal yang salah. supaya lebih paham nih ilustrasinya:

**si bagong pilihannya matematika ITB dengan grade 45 %

hari pertama, soal yang disediakan 75 soal masing-masing 25 untuk matematika dasar, bahasa indonesia , bahasa inggris), bagong berhasil menyelesaikan 50 soal dan 25 tidak dijawab, dari 50 soal benar 45 salah 5 sehingga perhitungannya

Benar 45 soal X 4 = 180

Salah 5 soal X -1 = -5

jumlah 175

dengan demikian 270 (grade 45 %) – 175 = 95

bagilah 95 dengan 4 hasilnya 23,75 dibulatkan 24

ini artinya pada hari kedua, 75 soal yang disediakan( masing-masing 15 untuk matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi dan IPA Terpaddu) cukup mengerjakan 24 soal saja yang benar dan tidak boleh ada yang salah(kalau ada yang salah usahakan jumlah soal yang benar ditambah misalnya jadi 28 untuk menutupi 16 soal yang salah)

gitchu deeh, pusing yahhhhh

kalau pusing coba di reff**

itulah strategi bagi siswa-siswa yang nafsunya kuda tenaganya ayam.

(he…he….kenapa bisa begitu, karena saya termasuk golongan ini)

model seperti ini pernah saya terapkan pada 8 orang binaan saya dan semuanya cesplenk.

faktor matematika

sebenarnya faktor matematika hanyalah dikarenakan dari 150 soal yang diujikan jumlah soal matematika sebanyak 40 soal( 25 soal matematika dasar dan 15 soal matematika IPA), tetapi kalau anda menguasai matematika katakanlah mampu menjawab benar 30 soal ajah berarti semakin memperingan beban kita kan untuk menambah pundi-pundi soal benar.

*****************************************************************************************

kalau anda sudah berusaha menggunakan strategi namun kok grade-nya masih dibawah, banyak-banyak berdoa, tetap belajar dan jangan pesimis (belum Kiamat!) toh masih ada PTS yang bagus namun tetap pola belajar anda harus dirubah sebab dunia kuliah tidak sama dengan belajar kita pada waktu SMA.

selamat belajar dan mencoba, semoga lolos dech….

Komunikasi Data, Dunia Usaha & E-Commerce

Disampaikan oleh : Hanung N. Prasetyo, S.Si.

kemudahan akses terhadap informasi merupakan alah satu kunci untuk dapat bersaing dan memenangkan kompetisi dalam industry yang kompetitif saat ini, karena dengan adanya informasi yang cepat dan akurat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan penjualan dan juga meningkatkan produktivitas perusahaan. Bagi perusahaan yang tidak memiliki banyak kantor, masalah pengumpulan ataupun pendistribusian informasi mungkin masih belum bermasalah. Dengan semakin tersebarnya lokasi kantor perusahaan, maka hal tersebut tentunya menjadi lebih sulit. Salah satu komponen dalam teknologi informasi yang sangat vital peranannya untuk perusahaan yang memiliki kantor tersebar adalah sarana telekomunikasi. Sudah banyak solusi yang diketahui umum untuk memenuhi kebutuhan sarana komunikasi suara, apakah itu melalui sarana telepon baik yang diselenggarakan oleh operator telepon tetap maupun seluler, disamping ada pula solusi menggunakan telepon satelit yang disediakan oleh suatu operator. Namun apabila pengumpulan maupun pendistribusian informasi dilakukan secara elektronis (istilahnya ˜on-line”), maka diperlukan suatu jaringan komunikasi data yang berbeda dengan jaringan komunikasi suara. Tahukah Anda bahwa Anda dapat mengambil uang di suatu mesin ATM milik suatu bank karena bank tersebut sudah ˜on-line” ? Anda dapat membeli voucher telepon seluler di ATM karena operator seluler tersebut sudah ˜on-line” dengan bank ? Ini hanyalah beberapa contoh penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan masih banyak kegunaan dari penerapan teknologi informasi, baik untuk pelayanan kepada pelanggan, pemenuhan kebutuhan informasi internal maupun untuk meningkatkan produktivitas. Sistem komunikasi paling dasar yang paling lazim dipergunakan adalah komunikasi suara, sedangkan untuk komunikasi data apabila besar data yang hendak dilaporkan tidak terlalu besar dan frekuensinya tidak terlalu tinggi dalam sehari dapat menggunakan media konvensional seperti fax, pengiriman disket data, menggunakan kurir, ataupun bisa juga dengan media koneksi dial up melalui jalur telepon. Setingkat lebih maju perusahaan dapat pula menggunakan media internet ataupun melalui email dengan berlangganan melalui penyedia layanan internet (Internet Service Provider – ISP). Akan tetapi sistem ini mempunyai beberapa kelemahan seperti sistem ini menggunakan media jalur telepon yang terbatas kapasitasnya, tidak ada jaminan akses, di sisi internetnya pun ada rasio tertentu antara jumlah pelanggan dan besar bandwidth, sehingga untuk aplikasi yang kritis sangat riskan untuk menggunakan internet. Belum termasuk resiko masalah keamanan data dari penyusup di jaringan internet. Bila tingkat kebutuhan komunikasi sudah kritis perusahaan dapat menggunakan layanan komunikasi data yang disediakan oleh perusahaan penyedia jasa komunikasi data. Keunggulan layanan ini dibandingkan dengan menggunakan komunikasi konvensional adalah menggunakan jalur komunikasi private yang dipersiapkan untuk lalu lintas data, sehingga keandalan, keamanan dan unjuk kerjanya dapat dijamin. Meskipun terdapat solusi yang beragam tergantung tingkat kebutuhan dan kompleksitas jaringan perusahaan akan tetapi ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman untuk memilih perusahaan penyedia jasa komunikasi data, yaitu:

  • Kelengkapan produk jasa komunikasi data yang dimiliki
  • Kinerja (performansi)
  • Kehandalan
  • Pelayanan
  • Biaya yang sesuai kebutuhan

Bagaimana Meng-on-line-kan Kantor Perusahaan Anda ?

Beberapa komputer dalam perusahaan dapat terinterkoneksi dan membentuk suatu jaringan komputer lokal atau yang biasa disebut Local Area Network (LAN), dalam jaringan lokal ini pengguna dapat saling berhubungan dan men”share” resources mereka seperti data, perangkat lunak, ataupun perangkat keras seperti printer dan lain lain. Untuk menghubungkan antar LAN maka dibutuhkan adanya jalur komunikasi yang lebih besar atau yang biasa disebut dengan Wide Area Network (WAN). Dengan adanya WAN ini kantor cabang-kantor cabang dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan kantor pusat atapun dengan kantor cabang lainnya. Dengan suatu sistem yang terpadu selain untuk komunikasi data, komunikasi suara dapat ditumpangkan ke sistem komunikasi ini, sehingga untuk lokasi tertentu (luar kota, luar negeri) efisiensi biaya telepon dapat ditingkatkan. Berbagai jenis layanan jasa komunikasi data banyak ditawarkan oleh perusahaan penyedia jasa komunikasi data, antara lain Frame Relay, VPN berbasis IP dan VSAT. Produk-produk itu memiliki keunggulan maupun kelemahan. Yang dipilih adalah produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Jadi, Anda ingin menjadikan perusahaan Anda terdepan di industrinya ? Segera terapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Sumber rujukan : E-Commerce dan berbagai blog yang malang melintang

masih bingung dengan pembulatan bilangan?

bilangan banyak dipakai dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan konon dulu pernah ada sebuah sekte yang begitu men-Tuhan-kan bilangan dengan alasan segala aspek kehidupan dapat dinyatakan dalam bentukbilangan serta filosofisnya. bagi anda mungkin bilangan hanyalah bilangan…., namun manakala anda suatu waktu menemui kendala dalam hal pembulatan bilangan, katakanlah saat akan menghitung bunga kredit tidak ada alat penghitung otomatis seperti kalkulator, maka mungkin saja anda akan melakukan penghitungan manual. muncul kendala saat anda akan melakukan pembulatan bilangan, contoh :

  • 8,9764 (4 angka dibelakang koma) dibulatkan menjadi 8,976 (3 angka dibelakang koma)
  • 8,9766 (4 angka dibelakang koma) dibulatkan menjadi 8,977 (3 angka dibelakang koma)

dua model pembulatan di atas tidak menjadi masalah sebab bagian (i) angka terkiri adalah 4 yang akan dihilangkan lebih kecil dari 5 sehingga pembulatan cukup menghilangkan angka terkiri tersebut dan bagian (ii) angka terkiri adalah 6 yang akan dihilangkan lebih besar dari 5 sehingga dibulatkan ke atas (atau angka terkanan sebelum terkiri bertambah satu)

pasti anda akan bingung manakala angka terkiri adalah 5

  • 8,9765 menjadi 8,977 atau 8,976 (mana yang anda pilih?)

dua bilangan pembulatan tersebut tidak ada yang salah, tetapi mana yang paling tepat?

yang paling tepat adalah 8,976. Mengapa bisa begitu?

konsekuensi logis

aturan tersebut hanyalah sebuah kesepakatan saja, yang berlaku secara universal. terdapat tiga aturan pembulatan bilangan yang disepakati secara universal:

Aturan 1

jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan 4 atau kurang, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya tidak berubah

aturan 2

jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan lebih dari lima atau 5 diikuti angka bukan nol, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya bertambah satu

dua aturan tersebut sudah dicontohkan diatas,

aturan 3

jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan hanya angka 5 atau 5 yang diikuti oleh angka-angka nol belaka, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya tetap jika genap dan bertambah satu jika ganjil.

dengan demikian 8,9765 akan menjadi 8,976 bila dibulatkan 3 angka dibelakan koma. karena angka sebelum 5 yang akan dihilangkan adlah angka genap 6 sehingga tetap.

aturan 3 tersebut dibuat untuk menjaga keseimbangan antara pembulatan ke atas dan pembulatan kebawah, untuk lebih jelas coba perhatikan contoh berikut

4,5 + 7,5 + 1,5 + 6,5 hasilnya adalah 20 (tanpa pembulatan) → nilai sejati

perhatikan penjumlahan berikut dimana bilangan-bilangan yang dijumlahkan telah dibulatkan

5 + 8 + 2 + 7 hasilnya adalah 22 (pembulatan tanpa aturan)

hasil yang cukup jauh sebab galatnya 22 – 20 = 2 (nilai yang sangat besar untuk ukuran pembulatan)

perhatikan lagi penjumlahan berikut dengan dilakukan pembulatan tetapi menggunakan aturan

4 + 8 + 2 + 6 hasilnya adalah 20 (cocokkan dengan nilai sejatinya).

ciao…..deh!! selamat mencoba.

statistika : ukuran sampel atau jumlah sampel?

Masih banyak yang bingung membedakan antara penyebutan ukuran atau jumlah sampel, yang benar adalah ukuran sampel atau bisa juga ukuran populasi, bukan jumlah sampel atau jumlah populasi. penyebutan salah ini diakibatkan banyaknya beredar buku-buku statistika yang dikarang oleh bukan ahli atau pakar statistika, dari asalnya ilmu statistika, penyebutannya adalah ’sample size’ yang terjemahan langsungnya adalah ukuran sampel. jadi mulai sekarang bagi para peneliti ataupun mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi yang menggunakan metode statistika, hati-hati dengan penggunaan istilah-istilah tersebut.

rujukan :

  • metode statistika, sudjana, Prof, UNIVERSITAS ATMAJAYA
  • Statistika, Harun Al Rasyid, M.Sc UNPAD