Antara abstrak dan kenyataan

judul di atas muncul karena satu waktu saya membuka sebuah blog mengenai pemilihan walikota bandung dari independen yang akhirnya menyeret saya membaca isi dan bahkan sampai membuka berita perkembangan pemilihan walikota bandung baik yang independen maupun yang mendapat dukungan partai. semakin mendalami semakin bingung,(nah lho.. apa hubungannya dengan judul di atas) sampai saat ini memang tidak bisa dipungkiri fenomena pemilihan kepala daerah sedang puncak-puncaknya yang terkadang sampai pada urusan tetes darah terakhir, seperti yang terjadi di maluku (memangnya tidak ada kerjaan lain kali yah para pendukungnya tuh sampai adu senjata dan adu jotos alias tawuran massal hingga akhirnya ambulance beraksi). massa pendukung menginginkan perubahan yang cesplenk hingga rela mengorbankan keluarga, anak dan istri. (apa namanya kalau terluka dalam perang alias tawuran , masih untunk kalo cuma luka, kalau urusannya jadi ahli kuburkan tidak realistis namanya). kemudian pada pilkada jabar yang notabene basis partai-partai besar begitu terperangah dengan jagoannya yang kalah oleh pasangan calon ‘koboi’. ini suatu bentuk bahwa masyarakat sangat menginginkan perubahan yang positif bahkan kalau perlu radikal. masyarakat sudah lelah dengan janji-janji politik para caretaker masyarakat. kalau bisa saya persempit dan persingkat, inilah fenomena antara harapan dan kenyataan!. yang terpilih sampai saat ini belum bisa menyatukan sistem berkesinambungan antara harapan yang merupakan bentuk abstrak system dengan kenyataan. sebagaimana matematika sebagai sistem yang abstrak akan sangat berguna bagi kehidupan bila dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. cobalah renungkan bahwa segala sesuatu berawal dari mimpi yang dibangun dalam bentuk sistem abstrak kemudian coba diselaraskan dengan berbagai ‘support component’ untuk dapat diaplikasikan dan berguna bagi kehidupan manusia. saya teringat dengan perkataan woolcott smith (pakar statistika) bahwa teori statistika yang menghasilkan kesimpulan yang bagaimanapun sempurnanya tidak akan berguna bila tidak dapat ditafsirkan dalam kehidupan sehari-hari. janganlah anda berbangga hati menjadi seorang ilmuwan yang mumpuni namun tidak tahu manfaat ilmunya bagi orang lain. untuk para pemimpin cobalah visi dan misi anda yang katanya merupakan bentuk pengkerucutan harapan masyarakat, untuk diwujudkan secara nyata, integrated dan mengakar bagi masyarakat.

‘antara abstrak dan kenyataan’

dari orang yang berusaha menjadi manusia yang integral

Satu Tanggapan

  1. Ass. Wr. Wb.,

    Mohon doa restunya..

    No1 Dada Rosada-Ayi Vivananda

    Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2008-2013

    Wass. Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan