Tulisan ini tiba-tiba muncul begitu saja mengalir apa adanya, karena teringat dengan ucapan beberapa mahasiswa saya……’pak masa nilai saya cuman C’, ‘ pak, nilainya dinaikin dikit donk, dikitttttt lagi…’ (padahal pinginnya dipanggil mas….hehehe) dsb, dsb. Padahal saya sudah berkali-kali mengatakan, berulang-ulang saya coba sampaikan. Ini hanya nilai manusia kawan…….saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman seorang ‘kawan’, kawan saya itu saat masa kuliah sering sekali mendapatkan nilai E saking seringnya terkadang tidak ada penyesalan…sering dikatakan bodoh oleh teman-temannya. Salah satu temannya pernah berkata ‘wah klo gua model belajarnya kaya kamu gak akan pernah selesai kuliah saya, bisa ancurrrr tau!’ . kata-kata temannya itu sangat menyayat hati kawan saya. Tetapi lewat begitu saja karena memang dirinya merasa tidak ada yg salah dengan kata-kata temannya ‘memang benar apa adanya!’ seiring waktu nilai kuliahnya pasti selalu ada unsur nilai E-nya setiap semester. Sampai klimaksnya terjadi pada semester 5,,,IP-nya disemester tersebut 0,8 (Nasakom juga gak…..! parah!!). akhirnya kawan saya mencoba untuk merenungi dan refleksi diri, dimana letak kesalahannya…..apakah salah jurusan kuliah, atau memang tidak berbakat ato apa lainnya lach yang gak jelas!. Akhirnya kawan saya mengambil kesimpulan untuk….BERUBAH! apapun caranya. Selama masa per’tobat’an, kesimpulan yang bisa dipetik dari hasil perenungan kawan saya adalah nilai-nilai yang didapatkan oleh kawan saya adalah nilai pemberian manusia, sehingga selama ini kawan saya selalu mengejar standar yg dibuat oleh manusia….tidak lebih! Kawan saya bertekad ‘saya harus lebih dari apapun yang ada disekitar saya’ jangan pernah berkadar pada manusia tetapi berkadar pada Yang Maha Kuasa….yang Maha Kuasa menciptakan kita dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, kekurangan kita sudah jelas untuk tidak dibicarakan, tapi kelebihan kita adalah harus yakin bahwa kemampuan yang kita dapat dari belajar akan ‘digunakan’ oleh Tuhan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. This is it! Thats the point! Alhasil, kawan saya berusaha keras untuk belajar segala sesuatunya dengan meyakini bahwa ilmu yg akan didapatnya akan berguna bagi masyarakat lainnya. Selama masa perubahan itu tidak serta merta nilainya berubah total tetap masih ada nilai E-nya….tetapi dengan seringnya mendapat nilai E tidak membuat dirinya depresi karena persepsinya atau cara pandangnya yang telah berubah (itu hanyalah nilai manusia!) tetapi perlahan-lahan tanpa disadari oleh yang bersangkutan nilainya berubah jauh lebih baik…..sampai akhirnya kawan saya lulus dengan IPK 3,++ tanpa disadarinya, padahal diawal pertobatan IPK-nya 2,1+. Hipotesisnya terbukti, ilmunya kini bisa digunakan untuk kepentingan orang lain……bahkan bisa ‘menghidupi’ orang lain. Dia tidak pernah peduli dengan Nilai IPK-nya tetapi yang paling penting adalah kita belajar untuk meningkatkan skill atau kemampuan kita dan yakinlah bahwa kelak apa yang kita pelajari akan berguna bagi orang lain, untuk mahasiswaku yang belum berhasil tenang saja, itu hanya nilai buatan manusia. Masih ada waktu, kegagalan mendapat nilai lulus bukan berarti kiamat, untuk yang sudah lulus tetap saja anda harus menjadi personal yang lebih baik. Rubahlah persepsi anda!. Trust Me…! it works!
Janganlah kecewa karena anda tidak dikenal dunia, tetapi kecewalah anda karena tidak mengenal dunia (kong fut tse)
Filed under: Uncategorized





like this post, kemaren sempet bikin tulisan yang senada: http://awanrimbawan.wordpress.com/2012/01/06/berlatih-memecahkan-masalah/
oke mantap bro….kapan beres kuliah dari belanda??? jangan lupa oleh-olehnya…